“Pecandu gadget”

Sebelum membahas lebih lanjut tentang “pecandu gadget” , pernahkah orang tua mengamati perilaku sendiri dalam frekuensi pemakaian gadget ? seperti berapa menit sekali memainkan gadget, atau berapa kali memeriksa gadget dalam waktu selang berapa jam,berapa menit,berapa detik?

Voting yang diadakan oleh Gallup, sebuah organisasi internasional, pada tahun 2015 yang mendapatkan hasil bahwasannya ada 41% orang dewasa yang mengguanakan smartphone akan memeriksa smartphonenya dalam beberapa kali dalam satu jam dan 11% memeriksanya dalam beberapa menit. Ketika responden yang dituju menjadi hanya orang-orang yang berusia 18 — 29 tahun, didapati ada 51% orang yang memeriksa smartphonenya beberapa kali dalam satu jam dan 22% memeriksa setiap beberapa menit,  dan Persentase tersebut selalu meningkat beberapa tahun terakhir ini.

Sangat disayangkan, alih-alih memberikan dot pada anak, saat ini orangtua lebih memilih untuk memberikan gadget pada anak. seperti sebuah artikel di the telegraph online, sebuah surat kabar ternama di Inggris, yang menambahkan sebuah realita dimana orangtua di era digital ini sudah mempunyai cara termudah dalam menenangkan anaknya serta cara untuk megalihkan perhatian anaknya agar tidak menggangu orangtunya yaitu dengan memberikan gadget.

Hal tersebut membuat sifat kecanduan gadget pada anak akan muncul sedini mungkin. Jangan ditanya soal baik atau buruknya, yang pasti semua hal itu pasti mempunyai sisi positif walau terkadang ada lebih banyak sisi negatifnya.

1.  Sisi positif.

Menambah pengetahuan. Secara tidak langsung anak bisa belajar dari tontonan / game yang sering ia mainkan di smartphone. Tiba-tiba bisa berhitung walau hanya dengan nyanyian, tiba- tiba mempunyai kosa kata baru, dan menambah wawasan.

2.  Sisi negatif.

a. Menghambat perkembangan kognitif anak.

jika zaman dulu ketika menginginkan sesuatu membutuhkan waktu karena harus memikirkan kemungkinan-kemungkinan agar mendapatkan apa yang ia inginkan, sekarang Karena banyaknya kemudahan yang didapat dari berbagai aplikasi pada gadget dengan hanya sekali sentuh, anak akan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan sehingga kemampuan kognitifnya kurang terasah.

b. Banyaknya gangguan kesehatan yang ditimbulkan.

Seperti kurang berkembangnya kemampuan motorik anak. seperti lemahnya kemampuan anak dalam memegang sebuah objek (sering menjatuhkan barang yang digenggam), gangguan pengelihatan, dapat menyebabkan text neck ( tekanan berlebihan disekitar leher karena terlalu banyak menunduk/ melihat kebawah akibat penggunaan gadget) yang bisa pada kerusakan permanen tulang leher hingga tulang punggung, dan gangguan pola tidur pada anak.

Seperti hasil penelitian yang dibahas oleh National Geographic tentang sleep science yang menyebutkan bahwasannya sinar biru yang dipancarkan oleh ponsel yang digunakan saat sebelum tidur dapat menggangu kualitas tidur seseorang, karena otaknya menjadi lebih gelisah selama tidur dan berimbas pada berbagai macam penyakit.

c. Susah fokus.

Kecanduan akan gadget membuat attention span ( durasi perhatian) pada anak menjadi pendek, sehingga anak menjadi sulit fokus pada sesuatu dalam jangka waktu yang lama.

d. Membentuk sifat agresif anak.

Anak yang kecanduan gadget akan menjadi agresif terutama saat dipisahkan dari gadgetnya. Anak akan menangis, marah, membentak, dan berteriak. Bukan Cuma tu, sifat agresif anak juga bisa terbentuk karna tontonan konten dewasa yang baik itu secara sengaja/ tidak sengaja ia tonton.

e. Sulit membedakan kenyataan dan dunia maya.

Anak yang kematangan berpikirnya belum berkembang baik akan mengaami kesulitan dalam membedakanmana yang kenyataan dan mana yang realita. Akibatnya, semua hal yang ia lihat di dalam gadget bisa langsung ia terapkan dalam kehidupan nyata termasuk hal-hal yang bersifat negatif.  seperti kasus dimana anak-anak sd melakukan kekerasan fisik terhadap teman-teman sebayanya yang ternyata banyak dipicu oleh game yang dimainkan menampilkan banyak sekali adegan kekerasan.

Melihat banyak sekali akibat yang ditimbukan dari kecanduan gadget, sudah selayaknya kita sebagai orang dewasa terutama sebagai orangtua agar semakin waspada. Terlebih lagi menurut Dr. Nicholas Kardaras, penulis buku ” Glow Kids”, Yang juga seorang ahli dalam bidang kecanduan di Amerika Serikat, mengatakan bahwasannya lebih mudah menangani pasien yang kecanduan obat-obatan terlarang ketimbang pasien yang kecanduan gawai.

Apasaja sih ciri-ciri anak yang sudah kecanduan gadget yang perlu ayah dan bunda waspada ?

  • Frekuensi anak dalam menggunakan gadget lebih banyak ketimbang frekuensi saat anak bermain bersama teman-temannya
  • Gadget adalah permintaan rutinnya di mana pun, kapan pun itu. Dan mengelarkan sifat agresifnya saat tidak diberi gadget.
  • Tidak suka beraktivitas di luar rumah. Sering merengek minta pulang ke rumah agar bisa kembali bermain bersama gadget/ game yang tersedia di rumah.
  • Suka membangkang. Seperti tidak mau mandi, susah disuruh makan, karena lebih memilih tetap bermain dengan gadgetnya.

Lihat dan waspadai apabila beberapa ciri-ciri di atas ditemui pada anak. segeralah ambil langkah-langkah berikut ini  sebelum candu pada anak semakin sulit untuk disembuhkan :

  • Membatasi penggunaan gadget. Seperti maksimum bermain gadget hanya 1 jam dalam sehari sebagai hiburan. Karna dengan memberikan batasan waktu anak juga belajar untuk mengatur waktunya kita sebagai orangtua harus bisa membreikan alasan yang logis agar anak dapat menaati peraturan yang sudah ditetapkan.
  • Tetapkan wilayah bebas gadget. Menetapkan beberapa tempat di rumah yang saat berada dalam wilayah tersebut tidak boleh menggunakan gadget. Seperti ruang makan, dan kamar tidur.
  • Alihkan perhatiannya. Pada poin ini orangtua dituntut untuk menjadi kreatif untuk menunjukan pada anak bahwasannya ada banyak sekali kegiatan yang lebih menarik selain bermain gadget.
  • Berikan contoh yang baik. Orangtua harus menjadi panutan sekalipun contoh yang baik bagi anak  terutama dalam menggunakan gadget. Orangtua juga harus menaat batasan dan peraturan yang sudah disetujui.
Close Menu