Pembersih Sampah Plastik di Lautan Mulai Beroperasi

Sistem pengumpul sampah berukuran besar yang didesain untuk membersihkan plastik yang mengambang di Samudera Pasifik akhirnya mulai beroperasi kemarin.
Lembaga nonprofit asal Belanda, Ocean Cleanup menyatakan prototype terbaru itu dapat menangkap dan mengumpulkan sampah berbagai ukuran, mulai yang berukuran besar, potongan jaring nelayan, hingga mikroplastik kecil yang berukuran 1 milimeter.

 

Ocean Cleanup membuat peralatan penghalang berbentuk U dengan rok seperti jaring yang tergantung ke bawah permukaan laut. Peralatan itu bergerak bersama arus laut dan mengumpulkan sampah-sampah plastik yang berada di sepanjang jalurnya. Ikan dan binatang laut lainnya dapat berenang ke bawah alat itu agar tak terperangkap.

m alat itu. P
Desain baru itu ditambah dengan jangkar parasut untuk memperlambat pergerakan alat dan menambah ukuran garis gabus di bagian atas rok untuk menjaga plastik tetap terkumpul di dalaeralatan itu telah dikerahkan di Great Pacific Garbage Patch atau Tempat Sampah Pasifik Besar yakni konsentrasi sampah yang berada di antara Hawaii dan California yang berukuran dua kali luas wilayah Texas atau tiga kali luas negara Prancis.
Ocean Cleanup berencana membangun armada peralatan itu dan memprediksi dapat mengurangi jumlah sampah hingga setengahnya setiap lima tahun. Beberapa kumpulan sampah itu ada di berbagai samudera di dunia.Selama pengembangan alat itu terjadi beberapa kendala sejak sistem itu berlayar dari San Francisco pada September 2018. Pada Desember, kelompok itu mengumumkan bahwa sistem itu tidak dapat mengumpulkan sampah.
Lalu salah satu bagian alat itu terlepas pada Januari dan seluruh peralatan harus ditarik kembali ke pantai, bersama sampah 2 ton yang sudah terkumpul. Sistem baru kemudian diluncurkan pada Juni dan setelah beberapa kali uji coba, peralatan itu pun dapat beroperasi seperti yang diinginkan.Tujuan teknologi ini ialah membersihkan jutaan ton sampah plastik di samudra. Meski demikian, teknologi ini didesain untuk secara kreatif membiarkan lautan membersihkan dirinya sendiri.

Saat sampah plastik tertangkap, peralatan akan memusatkannya di permukaan air di sepanjang dinding agar dapat dengan mudah diambil dan didaur ulang. Perusahaan itu memperkirakan jaring pembersih sepanjang 100 kilometer dapat memindahkan 42% Great Pacific Garbage Patch selama 10 tahun, atau total sampah plastik 70.320.000 kilogram.Peralatan ini dapat dipasang di penjuru dunia untuk mengatasi delapan juta ton sampah plastik di samudra.Slat memiliki tim yang terdiri atas 100 pakar laut, insinyur angkatan laut, penerjemah dan desainer untuk mengembangkan teknologi tersebut. Dia memulai Ocean Cleanup dengan kampanye crowd funding yang mengumpulkan dana USD2 juta.

Kura-kura dapat menganggap kantung plastik sebagai ubur-ubur dan memakannya. Kantong plastik itu kemudian mengganggu pencernaannya dan mengakibatkan kura-kura itu mati.

Burung-burung laut juga sering menganggap plastik yang mengapung sebagai makanan. Lebih dari 90% burung camar yang ditemukan mati di sekitar Laut Utara memiliki plastik di perutnya.

Sampah plastik juga dikhawatirkan merusak kesehatan manusia yang memakan ikan yang mengonsumsi plastik. Banyak peneliti di berbagai universitas memperkirakan antara 4,7 juta dan 12,7 juta ton plastik ada di lautan dunia pada 2010.

Perkiraan terbaik ialah sampah plastik di laut mencapai 8 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah setiap tahun. Antara 2010 dan 2025, sekitar 155 juta ton plastik dibuang di lautan.

Close Menu