Anggaran Kas dan Menyusun Anggaran Kas

Kas adalah suatu aset yang menetapkan jalan atau tidaknya operasional perusahaan. Dengan kata lain perusahaan harus pastikan bahwa ada kas untuk periode yang akan datang di bulan selanjutnya sebelum periode baru dimulai. Kalau tidak ada kas, pasti masalah keuangan diperusahaan akan terhambat. Walaupun dalam waktu yang pendek harus dilakukan anggaran kas dan menyusun anggaran kas supaya tidak ada hal yang dipermasalahin tetapi kalau dicuekin terus jadi perusahaan dapat mengalami kerugian.

Apa itu Anggaran Kas?

Menurut peneliti, anggaran kas merupakan suatu alat yang dapat dipakai oleh atasan untuk mengontrol kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dan ketahui kekurangan dan kelebihan uang selama periode berjalan anggaran atau budget. seterus itu, anggaran kas juga disebut sebagai anggaran yang direncana dalma cara rinci tentang semua jumlah kas dan setiap perubahan  dari waktu ke waktu selama periode berjalan di masa yang akan datang, perubahan yang disebut penerimaan atau pengeluaran.

Tujuan Anggaran Kas

Untuk sebuah perusahaan untuk mencari tahu keadaan surplus atau defisit kasnya, tidak bakalan bisa kalau hanya melihat di aktifitas operasionalnya tapi harus dari kas yang sudah dikerjain. jadi, anggaran kas dibuat untuk tujuan sebagai berikut:

  1. sebagai alat pantau keadaan kas secara berlangsung.
  2. sesuaikan kas dengan keseluruhan modal kerja, biaya, pendapatan penjualan dan utang.
  3. menampilkan gambaran posisi kas akhir di setiap periode dari kegiatan operasionalnya.
  4. mendapatkan kekurangan dan kelebihan kas, serta dapati kebutuhan pembiayaan dari lebihnya kas untuk investasi.
  5. ukur hasil atas target yang sudah dibuat.
  6. Alat mengontrol dan mengintegrasikan aktifitas.

Cara Menyusun Anggaran Kas

Untuk mengetahui anggaran kas harusnya cukup mudah, Anda hanya perlu memperhatikan hal berikut:

a. Menghitung Penerimaan Kas

Biasanya, penerimaan kas berawal dari:

– Tagih piutang

– Jualan tunai

– Jualan aktiva tetap

– Terima hal lain-lain (non-operating), contohnya tentang pendapatan dari bunga, pendapatan sewa, pendapatan dividen dan yang lain-lain.

b. Menghitung Pengeluaran Kas

Keluaran kas yang terjadi dalam perusahaan umumnya merupakan pengeluaran biaya-biaya, mau itu biaya utama (operating) dan biaya-biaya bukan utama (non-operating). Contoh sebagai berikut:

– Beli bahan baku dengan tunai

– Bayar hutang

– Bayar gaji karyawan 

c. Susun Anggaran Kas

Selanjutnya adalah menghitung pemasukan dan pengeluaran, seterusnya Anda dapat susun kas. Susunlah dengan balance diantara pengeluaran dan penerimaan kas. Jadi, lebih bagus lagi jika pengeluaran lebih kecil dibanding dengan penerimaan yang masuk, jadi kondisi keuangan akan mengalami surplus.

Untuk mudahi dalam kelola keuangan, Anda dapat memakai bantuan Accurate. Accurate adalah salah satu software akuntansi online yang dapat bantu Anda mengelola keuangan perusahaan. Dengan accurate, Anda juga dapat membuat anggaran keuangan dengan mudah. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi marketing executive Wincent 081370293985 call/WA.

Close Menu