5 Jenis Siklus Keuangan Yang Perlu Diketahui

Siklus keuangan kini adalah sistem akuntansi yang bisa catat 2 kegiatan ekonomi,yakni kegiatan bisnis untuk tambah modal pemilik dan kegiatan bisnis mempergunakan modal dengan tujuan memperoleh aset produksi untuk mendapatkan pendapatan. Siklus uang terdiri dari beberapa siklus yang beda-beda. Setiap siklus digambarkan jenis-jenis kegiatan yang dilakukan di bisnisnya. Setiap transaksi akan digolongkan pada jenis kegiatan yang dikerjakan kemudian ikut proses yang sama untuk catat dan laporkan keterangan. Dibawah ini terdiri dari beberapa siklus keuangan yang perlu diketahui.

Siklus Pendapatan

Siklus penghasilan terdiri dari 2 aktivitas utama adalah penjualan dan penerimaan kas. Perusahaan terima orderan kemudian proses orderan, terbitkan faktur, dan setelah itu dapat uang atas penjualan yang didapatkan. Kumpulan kegiatan yang dilakukan dapat dinyatakan dengan siklus penjualan atau juga dinyatakan dengan siklus pendapatan. Pemasukan kas sendiri menyatakan besar jumlah uang tunai yang didapat oleh perusahaan. Cara pencatatan yang dipakai adalah sistem real.

Siklus Pengeluaran

Pembebanan yang dimaksud pada sistem adalah total yang dikeluarkan atau diberikan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang/jasa yang dibutuhkan untuk jalani bisnisnya. Transaksi yang tercantum didalamnya semacam transaksi pembelian kredit, aset, penggajian,biaya-biaya dan sebagainya. Sehingga setiap perusahaan keluarkan uang, kemudian akan masuk dalam siklus ini.

Siklus Konversi

Siklus konversi konsisten atas kegiatan produksi yang dilakukan baik dalam bentuk produk maupun jasa. Yang tercantum dalam siklus ini adalah akuntansi anggaran. Anda dapat membagi-bagikananggaran produksi dari barang atau jasa. Siklus konversi dapat memakai informasi yang bermula dari siklus pengeluaran untuk mendukung fluensi kegiatan dan pengutipan keputusan.

Siklus Pembiayaan

Pembiayaan yang dimaksud yaitu pembiayaan eksternal yang digunakan untuk memodali kegiatan operasional perusahaan. Siklus pembiayaan akan mencatatkan dan melaporkan informasi yang berhubungan dengan hal tersebut. Contoh kegiatan yang tergolong pada siklus ini yaitu transaksi saham, obligasi, dividen, akuisisi.

Siklus Aset Tetap

Mempunyai aset tetap menggambarkan salah satu investasi perusahaan untuk membantu kegiatan operasional perusahaan. Sebagian kegiatan yang termasuk dalam siklus ini yakni pembelian aset tetap, depresiasi aset tetap, menjual aset yang sudah lama/buruk. Siklus aset tetap berkaitan dengan siklus pembiayaan. Hal ini karena banyak perusahaan yang memanfaatkan pembiayaan eksternal untuk membeli aset tetap. Sehingga transaksi yang terjadi juga berhubungan dengan siklus pembiayaan.

Close Menu