Pengontrolan Karyawan Zaman Sekarang

Karyawan merupakan aset perusahaan yang harus dikelola dengan baik supaya mendapatkan nilai tambah bagi sebuah perusahaan. Sebagian besar keuntungan yang diperoleh perusahaan berasal dari jasa-jasa karyawan yang bekerja dari mulai produksi barang sampai penjualan. Salah satu unsur manajemen adalah sumber daya manusia (SDM). Apabila SDM perusahaan dikelola dengan baik maka jalannya roda perusahaan akan semakin lancar. Proses pengontrolan usaha oleh para pemilik perusahaan menjadi mudah dilakukan. Usaha yang mulai dirintis harus menyiapkan struktur kerja dan rekrutmen karyawan untuk beberapa posisi agar terdorong untuk menjadi lebih maju.

Prosesnya dimulai dari cara merekrut sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan sesuai posisinya. Tetapkan kriteria penilaian bagi orang tersebut agar perusahaan mendapatkan orang-orang yang tepat. Bina karyawan melalui pendidikan dan pelatihan agar mereka lebih cakap menjalankan tugas-tugasnya dan lebih loyal kepada perusahaan. Delegasikan sebagian tugasnya. Setelah orang tersebut terlatih maka harus diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan sesuai bidangnya masing-masing. Jadi para pemilik perusahaan pun dapat memiliki waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih besar.

Dalam merekrut karyawan harus diperhatikan proses rekrutmen, dari mulai menyusun kriteria karyawan berdasar kebutuhan perusahaan baik lulusan sekolah menengah atau sarjana serta jurusan yang mereka kuasai lalu umumkan pada iklan lowongan kerja di surat kabar misalnya. Selanjutnya proses penerimaan dan penyeleksian meliputi menyeleksi surat lamaran, melakukan tes keahlian dan tes wawancara. Setelah didapat kriteria yang yang dibutuhkan dapat mulai penempatan karyawan dengan masa percobaan kerja misalnya selama 3 bulan.

Ketika karyawan mulai bekerja pada masa percobaan, perusahaan dapat menilai kinerja mereka. Perusahaan dapat menilai mereka baik dari segi skill dan kecerdasan teknis mereka juga kecerdasan emosi mereka seperti mampu bekerjasama dan loyal terhadap tugas dari perusahaan. Beberapa kriteria penilaian mencakup beberapa aspek seperti : kemampuan cara berpikir sistematis atau kecerdasan (Capability), kemampuan menangani masalah dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi (Capacity). Karakter atau watak juga mempengaruhi seperti kejujuran, ramah tamah, santun, taat aturan dan lainnya (Character). Kredibilitas atau sikap dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas atau tidak curang (Credibility) juga termasuk. Memiliki komitmen atau kesungguhan ingin memajukan perusahaan (Comitment), dan terakhir penilaian dari segi kreatifitas dapat menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien (Creativity). Kemampuannya  dalam bekerjasama dengan orang lain sebagai satu tim dan dapat berkomunikasi dengan baik terhadap atasan, rekan kerja atau bawahan (Compabilility).

Seorang pemilik perusahaan atau pemilik bisnis (owner) yang handal akan menciptakan sifat kepemimpinan (leadership) yang efektif kepada karyawannya. Diharpkan karyawan tersebut akan mampu memimpin dan menangani tugasnya dengan baik serta mampu menyelesaikan masalah pekerjaannya secara bijaksana, mampu bersinergi dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan kerja yang kuat dan seluruhnya berkomitmen untuk bersama-sama memajukan perusahaan.

Proses pembinaan leadership atau kepemimpinan dapat dilakukan pemilik perusahaan dengan mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) bagi karyawannya dengan mengambil pementor dari luar yang sudah ahli untuk bidang tersebut, bisa dikatakan karyawan disekolahkan lagi supaya makin berkualitas.

Close Menu