Penginputan Transaksi Pajak PPN dan PPh 23 Pada Accurate 5

Pada program accurate 5 bisa dilakukan pencatatan transaksi pajak PPN dan PPh 23. Sehingga Anda bisa mengontrol pajaknya dan penginputan ke aplikasi EFaktur bisa langsung import tampa menginput satu per satu lagi transaksinya. Sedangkan untuk bukti potong PPh 23 nya bisa langsung print.

Namun yang harus perlu diketahui, Anda harus terlebih dahulu menginput kode pajak PPN Anda ke dalam program accurate 5 melalui modul Daftar | Daftar Lain | Kode Pajak.

Akan muncul satu jendela baru untuk memasukkan kode pajak. Contohnya diinput kode pajak PPN yang tampil seperti gambar di bawah ini :

Adapun di bagian Nama untuk memasukkan nama pajaknya. % Nilai adalah persentase pajak yang dikenakkan. Kode adalah pengenal pajak tersebut yang dimana nantinya kode ini akan digunakan untuk transaksi pajaknya. Keterangan merupakan perluasa dari nama kode pajak. Akun pajak penjualan berisikan akun yang untuk menampung nilai pajak tersebut saat pajaknya di kenakan pada transaksi penjualan. Dan Akun Pajak Pembelian berisikan akun yang menampung nilai pajaknya pada saat transaksi pembelian.

Nah beda halnya jika Anda ingin menginput transaksi pajak PPh 23. Jika Anda menginginkan bukti potongnya bisa diprint maka Anda harus menginput transaksinya pada saat di modul pembayaran pembelian. Hutangnya secara total belum dipotong PPh 23 nya. Ini juga berhubungan dengan %Nilai yang ada di kode pajak saat Anda membuat kode pajak PPh 23. Karena pemotongan nilainya saat di pembayaran pembelian, maka perhitungannya berdasarkan DPP yang ada di faktur pembelian. Dengan kata lain pemotongan nya tidak melihat yang dibeli barang atau jasa.  Jadi jika Anda menginginkan bukti potong PPh 23 dari transaksi jasa yang Anda beli maka faktur pembelian antara barang dan jasa harus Anda bedakan.

Sebaliknya jika Anda ingin menghitung langsung pengurangan dari nilai PPh 23 nya maka Anda harus menerakan kode pajak PPh 23 nya pada saat faktur. Namun pada saat Anda membuat kode pajak %Nilai nya Anda harus buat tanda “-” (minus). Contoh : persentase nya 2,5%, maka di %Nilai harus Anda ketik : -2,5. Dan Anda juga harus memasukkannya ke master pelanggan pada bagian pajak 2 nya.

 

Close Menu