Pengertian dan Faktor yang Memengaruhi Struktur Modal

Struktur modal adalah perbandingan modal sendiri dengan modal asing. Modal asing dapat berupa hutang jangka panjang atupun jangka pendek. Sedangkan modal sendiri adalah sumber dana bukan dari hutang ataupun keuntungan atau laba ditahan. Serta kepemilikan perusahaan yang lain.

Struktur modal yang maksimal, perlu untuk menjaga keseimbangan resiko dan pengembalian (return) tujuannya agar dapat menaikkan harga saham. Sehingga  perlu dipertimbangkan variable yang mempengaruhi struktur Pendanaanya.

Baik buruknya struktur modal sangat berdampak langsung terhadap posisi financial perusahaan. Struktur pendanaan merupakan salah satu masalah yang terpenting bagi perusahaan. Terutama dalam hal Hutang merupakan hal yang besar yang memberikan beban kepada perusahaan.

Tujuan Struktur Modal

Tujuan manajemen struktur modal adalah mengkombinasikan sumber dana permanen yang digunakan oleh perusahaan untuk kebutuhan operasionalnya agar lebih maksimal nilai perusahaan. Untuk mengoptimalkan struktur pendanaanya memang tidak perkerjaan yang tidak gampang. Seringnya konfilk antara pemegang saham dan obligasi dalam penentuan struktur pendanaanya yang optimal dalam suatu perusahaan. Maka dari itu, pihak manajemen perlu melakukan beberapa batasan protektif

Faktor yang Memengaruhi Struktur Modal

Berikut beberapa hal yang mempengaruhi struktur modal, yaitu :

1. Profitabilitas

struktur modal

Perusahaan dengan profit yang tinggi tentu memiliki dana berlebih dibanding profit rendah. Sehingga penggunaan hutang akan lebih rendah. Tingkat pengembalian pun memungkinkan untuk membiayai pendanaan internal.Hal ini menunjukan profit sangat berpengaruh pada struktur pendaannya.

2. Struktur Aktiva (Tangibility)

Bagi perusahan yang bergerak di bidang industri maka struktur Pendanaanya akan banyak tertanam pada aktiva tetap dengan menggunakan modal sendiri secara permanen. Sedangkan modal dari hutang biasanya digunakan untuk kebutuhan pelengkap. Perusahaan yang semakin besar aktivanya dan untuk kebuhuhan aktiva lancar biasanya menggunakan kebutuhannya dengan menggunakan hutang. Dapat diambil kesimpulan bahwa aktiva berpengaruh terhadap struktur modal.

3. Growth Opportunity

Kesempatan perusahaan perlu dilakukan investasi pada hal yang menguntungkan.Dalam hal ini ada hubungan negatif antra growth opportuniy dan laverage. Dimana, jika perusahaan memiliki tingkat laverage yang tinggi maka biasanya akan melewatkan kesempatan investasi yang menguntungkan.

4. Ukuran Perusahaan (Firm Size)

Perusahaan besar lebih cenderung untuk melakukan deversifikasi usaha dibandingkan perusahaan kecil. sehingga kemungkinan untuk bangkrut akan lebih kecil. Ukuran perusahaan selalu dijadikan petunjuk jika terjadi kebrangkutan. Sehingga perusahaan yang lebih besar akan lebih tahan terhadap krisis dalam menjalankan usahanya.

 

Kini anda juga dapat menggunakan software akuntansi, salah satunya accurate. Agar dengan mudah menghasilkan laporan keuangan. Penggunaan yang instant dimana dan kapan pun. Dengan memiliki laporan keuangan, anda dapat menganlisa struktur modal sebagai kebijakan dalam mengambil keputusan pendaan

 

Close Menu