Pencatatan Pembukuan Perusahaan Outsourching Di Program Accurate

Perusahaan Outsourching merupakan perusahaan yang menjual jasa tenaga kerja. Jadi perusahaan ini mengumpulkan orang-orang yang ingin bekerja dan dibekali keahlian dimana yang nantinya kemampuan sudah disiapkan jika ada perusahaan yang ingin memakai kemampuan mereka.

Sistem perekrutan tenaga kerja outsourching tidak jauh berbeda dengan sistem perekrutan karyawan untuk sebuah perusahaan pada umumnya. Hanya saja karyawan ini direkrut oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, bukan oleh perusahaan yang membutuhkan jasanya secara langsung. Oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, karyawan akan dikirimkan ke perusahaan lain (klien) yang membutuhkannya dengan dibekali sebuah keahlian. Dalam sistem kerja ini, perusahaan penyedia jasa outsourching melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada karyawan. Lalu mereka menagih ke perusahaan yang menggunakan jasa mereka.

Karyawan outsourching biasanya bekerja berdasarkan kontrak dengan perusahaan penyedia jasa outsourching tersebut bukan dengan perusahaan yang menggunakan jasa mereka. Pencatatan transaksi pada proses mereka juga bisa di catat pada program accurate. Dengan konsep item barang yang dijual tipenya non persediaan. Lalu lanjutkan penginputannya seperti biasa.

Undang-undang Ketenagakerjaan juga menjelaskan bahwa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya boleh diadakan paling lama untuk dua tahun. Dengan perpanjangan satu kali maksimal selama satu tahun. Jika terjadi perpanjangan kontrak lagi maka harus diberitahukan kepada karyawan kontrak tersebut, maksimal tujuh hari sebelum PKWT berakhir.

Lalu untuk karyawan outsourching, perhitungan masa kerjanya mereka bergantung pada jenis kontrak yang disepakati bersama perusahaan yang merekrut mereka. Menurut undang-undang Ketenagakerjaan, hal tersebut dibedakan menjadi dua, yakni:

1. Apabila karyawan akan dipekerjakan untuk pekerjaan tetap dan terus menerus, maka perusahaan outsourching harus mengikat mereka sebagai pekerja tetap melalui Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)

2. Apabila karyawan tersebut dipekerjakan untuk pekerjaan yang akan selesai tepat waktu, misalnya satu atau dua tahun, perusahaan outsourching dapat mengontrak mereka melalui PKWT.

Perjanjian PKWT harus dibuat secara tertulis, yakni menggunakan Bahasan Indonesia dan huruf latin. Jika tidak dibuat secara tertulis, maka akan dinyatakan sebagai Perjanjian Pekerjaan untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Karena sistem kerjanya kontrak, PKWT tidak diperbolehkan melakukan masa percobaan kerja terhadap karyawannya, sehingga gaji yang diterima harus sudah menjadi gaji kerja karyawan umum. Selain surat perjanjian, PKWT juga wajib tercatat di instansi setempat yang bertanggung jawab pada bidang ketenagakerjaan maksimal tujuh hari setelah penandatanganan perjanjian.

Close Menu