Bebas dari Pinjaman Hutang dan Jadikan Aset

Dalam berbisnis, Anda tidak perlu takut untuk Pinjaman hutang. Jika tujuannya baik, hutang itu sangat baik gunyanya jika tau penggunaan yang tepat. Anda harus tau apa itu hutang yang baik dan hutang yang buruk. Perlu anda pahami yang namanya lialibilitis dan aset. Kemampuan mengatasi hutang dan memahami perbedaan – perbedaan hutang yang baik dan buruk. Sehingga dapat menjadikan hutang jadi Aset. Caranya :

A. Memahami perbedaan Pinjaman baik dengan utang buruk

Hutang baik adalah hutang yang terjangkau untuk pelunasannya. Dibayar oleh orang lain bukan dari menjual aset yang dimiliki. Hutang baik yaitu untuk keperluan produktiv yang mendatangkan penghasilan sedang hutang yang buruk untuk keperluan konsumtif tanpa mendatangkan pemasukan.

Hutang yang baik akan terjangkau angsurannya dan pembayarannya hanya sepertiga dari total pemasukannya. sehingga anda tidak merasa terbebani. Perlu ditetapkan persentasi pembayaran hutang anda dengan penghasilan anda. sehingga anda lancar dalam membayar hutang.

B. Mengatasi utang buruk

Jangan pernah menggunakan hutang utnuk keperluan yang tidak produktif. Gunakanlah hutang untuk membeli aset yang mendatangkan pemasukan. Seperi anda membeli rumah dan tanah untuk disewakan selain itu tanah dan rumah menambah nilai investasi. belilah sepeda motor atau mobil untuk disewakan atau alat elektronik lainnya. Semakin anda memilik aset yang berproduktif akan semakin bertambah aset anda.

Hutang yang buruk bisanya untuk keperluan konsumtif seperti untuk membeli rumah yang lebih besar untuk menggantikan rumah tempat tinggalnya. membeli mobil untuk menggantikan motornya. Selain anda harus membayar cicilan ditambah dengan bunga. Anda juga mengeluarkan biaya untuk perawatan aset tersebut. Hal ini tentu akan mengurangi nilai aset yang anda miliki.

C. Memahami perbedaan liabilitas dengan aset

Sering kali orang menyamakan liabilites dengan aset. Menyamakan liabilities seolah – olah aset. Kedua hal tersebut berbeda, Jika liabilities itu menambah pengeluaran anda. Sementara aset yang mendatangkan penghasilan anda untuk menambah pemasukan anda.

Berikut akan diberikan cara – cara untuk menjaga likuiditas keuangan anda :

1. Perhitungan mendalam

Sebelum anda menggunakan hutang anda harus tahu terdahulu untuk apa hutang itu dipergunakan. apakah perlu membutuhkan hutang. Sebesar apa kesanggupan anda untuk membayar hutang tersebut. Bandingkan dengan pendapatan anda. Lakukan perhitungan yang matang termasuk resiko pengambilan hutang hutang bisnis anda

2. Inventaris semua utang

satu kesalahan yang sering dalam berhutang adalah meremehkan angka dari hutang. Anda juga harus mentotal seluruh hutang anda. Anda harus bisa menentukan mana hutang yang berbiaya besar, biaya kecil, hutang produktif dan hutang konsumtif.

3. Maksimalkan manfaat utang

Anda mengambil hutang tentu harus tau menfaatnya. Bisa saja untuk memenuhi kebutuhan atau memodali suatu rencana usaha. tapi apapun manfaatnya. jangan sampai anda lebih besar biaya hutang dari pada nilai manfaat yang anda manfaatkan. Hal itu akan berbahaya. Solusi anda dapat saja mencari pinjaman hutang yang lain dengan biaya hutang yang lebih rendah.

Close Menu