Metode Penyusutan Garis lurus

Kenapa Metode Penyusutan Garis Lurus banyak diterapkan oleh kebanyakan perusahaan??

Metode Penyusutan Garis Lurus adalah Metode yang paling banyak digunakan oleh perusahaan yang ada di indonesia. Metode ini adalah metode yang paling sederhana dalam perhitungannya karena menganggap aktiva nya selalu memberikan kontribusi yang merata. Sehingga aset tersebut akan melakukan penurunan nilai yang selalu sama setiap tahunnya dari pertama beli hingga aset tersebut tidak digunakan lagi oleh perusahaan. Ada beberapa hal yang membuat metode penyusutan garis lurus ini sering diigunakan yaitu :

  1. Biayanya tidak dapat dipengaruhi oleh penyimpangan efisiensi.
  2. Biaya nya di dapat dari perhitungan yang sangat mudah karena hanya tinggal bagikan nilai dengan jumlah periodenya
  3. Kegunaan ekonomis dari aktiva menurun proporsional setiap periode.
  4. memudahkan perhitungan bagi admin baik manual maupun secara program akuntansi.

Contoh Kasus untuk metode penyusutan garis lurus :
Pada awal tahun, januari 2018 PT. ABC mulai membenahi sistem yang digunakan, salahh satunya yaitu memperbaharui komputer yang digunakan. Hal tersebut dikarenakan komputer yang digunakan sekarang sudah banyak yang rusak dan sudah usang pastinya. dari pembenahan tersebut PT. ABC membeli komputer 7 unit, Printer 7 unit beserta kabel kabelnya. Total dari harga keseluruhan dari pembelian tersebut sebesar Rp. 50.000.000 dengan nilai sisa sebesar Rp. 5.000.000. Diperkirakan umur ekonomis pemakaian dari peralatan kantor tersebut selama lima tahun. Sehingga data tersebut akan di input oleh bagian pembukuan sebagai aktiva dari perusahaan PT ABC. Dalam pencatatan akuntansi pada aktiva tersebut PT. ABC menggunakan metode penyusutan garis lurus.

Jawabannya :
Rumus dari perhitungan metode penyusutan garis lurus adalah sebagai berikut :

Sehingga akan dapat perhitungannya seperti ini :

Jumlah penyusutan dan akumulasi penyusutan peralatan kantor tersebut setiap tahunnya yaitu :

Note : Metode penyusutan garis lurus merupakan pengalokasian biaya yang relatif sama pada setiap periodenya. Metode penyusutan ini seharusnya hanya digunakan untuk menghitung biaya penyusutan aktiva yang dapat dipengaruhi oleh jangka waktu atau bukan dihitung dari tingkat pemakaian aktivanya misalnya : penyusutan untuk gedung, penyusutan dari peralatan kantor dan lain sebagainya.

Close Menu